WahanaNews-Kalsel | PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Kalimantan Bagian Timur (KLT) memastikan proyek pembangunan infrastruktur listrik SUTT 150 kiloVolt (kV) Selaru – Sebuku di Kotabaru, Kalimantan Selatan, ramah lingkungan.
“Pekerjaan di selat juga memperhatikan aspek lingkungan. Bekas potongan pancang tidak akan dibuang ke laut dan akan dibuang di area darat," ujar Manager Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Timur 4 (UPP KLT 4) Haris Nasution, dilaporkan, Selasa.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Apresiasi Komitmen Pemerintah Dukung Energi Terbarukan dengan Beri Waktu 30 Tahun Perjanjian Jual Beli Listrik EBT ke PLN
Saat ini, kata dia, sedang berjalan pengerjaan enam tower (T.82-T.87) untuk menopang jalur transmisi SUTT 150kV Selaru–Sebuku.
Terkait sampah dari aktivitas pembangunan, kata dia, dipastikan tidak akan dibuang ke laut, hal tersebut adalah bentuk komitmen perusahaan.
"Serta jika nanti tower sudah berdiri, akan dilengkapi dengan anticlimbing dan danger plate (peringatan bahaya tegangan tinggi), walaupun berada di atas perairan, tetap melarang orang yang tidak berkepentingan untuk memanjat tower dikarenakan adanya potensi terjatuh dari ketinggian atau tersetrum jika SUTT 150 kV telah beroperasi,” ujarnya.
Baca Juga:
Tarif Listrik April 2025 Tidak Naik, Ini Alasannya!
Saat ini, kata dia, pekerjaan pembangunan SUTT 150kV Selaru – Sebuku telah mencapai progres 80,30 persen (15 September) dan ditargetkan dapat rampung pada akhir tahun.
Fokus saat ini, katanya, yaitu menyelesaikan pembangunan enam tower spesial di Selat Sebuku. Pekerjaan pondasi dilaksanakan dengan cepat tetapi dengan memperhatikan keamanan, ketepatan dan kesesuaiannya.
“Dalam pelaksanaan setiap pekerjaan, PLN juga selalu mengutamakan keselamatan kerja," ujarnya.
Begitupun, ujarnya terkait langkah-langkah pengendalian bahaya telah dilakukan secara konsisten seperti eliminasi, substitusi, kontrol teknik, kontrol administratif, dan penggunaan APD.
"Harapannya pekerjaan dapat selesai dengan nihil kecelakaan kerja” ujarnya. [ss]