WahanaNews-Kalsel | Mantan Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla, turut buka suara terkait tindakan Badan Nasional PenanggulanganTerorisme (BNPT) yang buka-bukaan membeberkan 198 pondok pesantren (Ponpes) yang terafiliasi dengan kelompok teroris.
"Ya tentu kalau memang ada buktinya silakan ambil tindakan," kata Jusuf Kalla (JK) di Hotel Bidakara, Jakarta, (31/1/2022).
Baca Juga:
Buntut Pendongkelan Ketua Umum PMI, JK Laporkan Agung Laksono ke Polisi
JK mengatakan jangan sampai data pesantren terafiliasi dengan kelompok terorisme menjadi polemik.
Menurut JK, hal itu harus dibuktikan dengan pemanggilan pesantren satu per satu.
"Jangan kita mengeluarkan isu, kemudian pesantren menjadi seperti semuanya (berafiliasi dengan terorisme). Yang mana itu, terus panggil satu per satu," jelas JK.
Baca Juga:
Sidang Pleno Munas PMI, Minta Jusuf Kalla Pimpin Kembali 2024-2029
Menurut JK, BNPT juga perlu membuka data pesantren mana yang terafiliasi dengan kelompok terorisme.
Jika hanya diumumkan tanpa diberi kejelasan, hal itu dinilai JK hanya membuat orang di pesantren menjadi resah.
"Ya perlu (dibuka datanya), kalau memang yang artinya kalau ada buktinya kan orangnya bisa dipanggil," ucap JK.