Dikatakan, tata letak atau zonasi pedagang diatur sedemikian rupa sebagai upaya memelihara sekaligus menjaga nilai-nilai budaya Pasar Wadai yang sudah diselenggarakan secara turun temurun.
"Konsep pelaksana kegiatan, tata letak stand dibagi berbagai kategori dimana lebih dari separo stand jenis jualannya wadai/takjil dan masakan Banjar yang memang selalu diminati saat bulan Ramadhan," kata dia.
Baca Juga:
Champion Coffee dan Resto di Kampung Kloneng Hadirkan Paket Spesial Bukber Ramadhan dengan Kualitas Menu Lezat dan Terjamin
Event Director Serikart Organizer Muhammad Rifani selaku pelaksana BRF24 menambahkan, tata letak zonasi stand atau pedagang dibagi menjadi lima kategori dasar yang disesuaikan penempatannya.
Disebutkan, zonasinya terbagi pedagang wadai atau takjil, zonasi masakan Banjar ringan, zonasi untuk masakan Banjar basah dan masakan nusantara, serta zonasi bagi UMKM kuliner dan non kuliner yang variatif.
"Sesuai arahan dan atensi Pemkot Banjarbaru, komposisi zonasi atau jenis jualan memenuhi 70 persen kuliner berupa masakan khas Banjar atau nusantara dan 30 persen untuk kategori reguler," ujarnya.
Baca Juga:
PMA dan Achmad Fauzan Nasution Kunjungi Pasar Sibuhuan, Pastikan Stok Sembako Aman dan Stabil Jelang Ramadhan
Ditambahkan, tingkat keterisian stand pedagang sejak pendaftaran dibuka, Kamis (22/2/2024) atau baru dua hari dibuka sudah sekitar 65-70 persen yang terisi dan diharapkan terisi penuh seiring waktu.
"Jumlah keseluruhan stand yang disediakan khusus bagi pedagang 226 buah terbagi lima kategori dan hingga Jumat (23/2) malam belum terisi sekitar 40 stand namun bisa terus berkurang," katanya.
[Redaktur: Patria Simorangkir]