Dia mengungkapkan persediaan air tersebut sebagai upaya penanggulangan karhutla karena wilayah tersebut mengalami kekeringan air akibat musim kemarau panjang.
“Persediaan air cukup untuk melindungi are objek vital PLN dari titik api,” ujar Dison.
Baca Juga:
Ini Ikhtiar Agincourt Resources Wujudkan Energi Bersih dan Wariskan Kepada Generasi Selanjutnya
Pantauan ANTARA di lokasi kejadian, objek vital PLN dalam kondisi aman dari kepungan api, sedangkan lahan lain yang tidak diketahui pemiliknya terbakar sekitar 15-20 hektare. Hingga pukul 16.26 WITA kondisi api masih menyala disertai kabut asap membumbung tinggi.
Pada kesempatan yang sam, Koordinator GI Bandara Syamsudin Noor M Rasyid Noor mengatakan titik api terlihat sejak pukul 10.00 WITA, kemudian kondisi api mulai membesar sekitar pukul 12.00 WiITA dan semakin mendekati area objek vital PLN akibat angin cukup kencang.
Dia mengerahkan sebanyak 12 petugas PLN untuk melakukan upaya awal memotong titik api secara manual agar tidak mendekati area GI Bandara Syamsudin Noor.
Baca Juga:
PLN Electricity Services Raih Penghargaan 8th Indonesia Best CSR Awards 2026
“Semakin lama api mendekati area objek vital PLN, sehingga saya hubungi personel untuk mengamankan area ini,” ujarnya.[ss]