WahanaNews-Kalsel | Perubahan iklim tengah menerpa Bumi, dan berdasarkan temuan terbaru, kondisi Bumi makin darurat.
Peringatan ini diungkapkan oleh Badan Meteorologi Dunia atau WMO. Ada sejumlah perubahan akibat perubahan iklim tersebut.
Baca Juga:
Lisa Mariana Bongkar Dugaan Baru, Kisruh Perselingkuhan Ridwan Kamil Memanas
WMO mengatakan perubahan iklim ternyata tak hanya menyebabkan banjir dan kenaikan permukaan air laut. Tapi fenomena itu juga menyebabkan adanya gelombang panas.
Gelombang panas sendiri terjadi di Amerika wilayah barat laut pada bulan Juni dan Juli lalu. Menurut Sekretaris WMO, Petteri Taalas, peristiwa itu adalah norma baru.
"Ada banyak bukti ilmiah bahwa beberapa di antaranya menanggung jejak perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia," kata dia seperti dilaporkan Straits Times, dikutip Rabu (3/11/2021).
Baca Juga:
ALPERKLINAS Apresiasi Komitmen Pemerintah Dukung Energi Terbarukan dengan Beri Waktu 30 Tahun Perjanjian Jual Beli Listrik EBT ke PLN
Dia menambahkan adanya peningkatan pada konsentrasi gas rumah kaca yang melampaui target yang ditetapkan oleh Perjanjian Paris. Perjanjian itu sebenarnya menyepakati pemanasan di bawah 2 derajat celcius.
WMO juga pernah melaporkan tingkat karbondioksida Bumi meningkat jadi 413,2 bagian per satu juta di tahun lalu. Capaian itu juga telah melanggar Perjanjian Paris.
"Kita jauh dari jalur. Kita perlu meninjau kembali sistem industri, energi dan transportasi dan seluruh cara hidup kita," ujar dia. [non]