KALSEL.WAHANANEWS.CO, Banjarmasin - Wali Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, H. Muhammad Yamin HR, meresmikan Sekretariat Relawan Pemadam Kebakaran Banjarmasin Barat sebagai upaya memperkuat pelayanan kebencanaan berbasis masyarakat.
"Sekretariat ini bukan hanya tempat berkumpul relawan, tetapi pusat gerak bersama. Saya minta lurah, camat, dan seluruh relawan benar-benar aktif menggerakkan masyarakat, karena perlindungan warga dimulai dari lingkungan terkecil," ujarnya di Banjarmasin, Jumat (10/4/2026).
Baca Juga:
KPK Tangkap Pejabat Pajak, Bea Cukai Ikut Disorot
Menurut Yamin, sekretariat yang diberi nama REDBAR ini tidak hanya menjadi simbol penambahan fasilitas, tetapi juga sinyal kuat perubahan pola pelayanan kebencanaan yang reaktif dan responsif menuju kolaborasi aktif berbasis masyarakat.
Dia menekankan, keberadaan sekretariat harus diikuti dengan perubahan cara kerja di tingkat kelurahan. Lurah tidak lagi hanya berperan administratif, tetapi menjadi motor penggerak kesadaran warga baik dalam pencegahan kebakaran maupun pengelolaan lingkungan.
"RT, RW, lurah, dan relawan bergerak bersama, potensi kebakaran bisa dicegah sebelum terjadi,” ujarnya.
Baca Juga:
KPK Kembali Bergerak, KPP Banjarmasin Jadi Lokasi OTT Keempat 2026
Dalam konteks yang lebih luas, Yamin mengaitkan langkah ini dengan komitmen pemerintah yang sebelumnya telah menandatangani kerja sama pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL).
Menurut Yamin, kedua langkah ini saling terhubung yaitu keselamatan dan lingkungan harus dibangun dalam satu sistem terpadu.
“Kerja sama pengolahan sampah menjadi energi yang sudah kita teken bukan sekadar proyek, tapi arah masa depan kota. Tapi keberhasilannya tetap bergantung pada peran lurah dan masyarakat dalam mengelola sampah dari sumbernya,” katanya.
Dari sisi kekuatan, ucap Yamin, keberadaan sekretariat relawan pemadam kebakaran memberikan basis koordinasi yang lebih cepat dan terstruktur. Dukungan pemerintah serta keterlibatan relawan menjadi modal besar untuk memperkuat sistem kesiapsiagaan.
Namun, ungkap dia, realitas di lapangan menunjukkan tantangan yang tidak kecil. Kesadaran masyarakat yang masih rendah, pola hidup yang belum disiplin terhadap lingkungan, serta potensi lemahnya koordinasi antarwilayah menjadi hambatan yang harus segera diatasi.
Jika tidak, ucap Yamin, fasilitas dan kerja sama yang telah dibangun berisiko tidak memberikan dampak maksimal.
Karena itu, kata dia, pemerintah mendorong langkah konkret yang langsung menyentuh masyarakat.
Lurah dimintanya aktif membentuk gerakan lingkungan di tingkat RT dan RW, relawan pemadam kebakaran diperkuat tidak hanya dalam penanganan kebakaran tetapi juga edukasi pencegahan, pun masyarakat diajak menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar objek kebijakan.
"Saya ingin semua bergerak. Lurah jangan hanya menunggu, relawan jangan hanya siaga saat kejadian. Edukasi, sosialisasi, dan aksi nyata harus jalan terus di masyarakat,” kata Yamin.
[Redaktur: Patria Simorangkir]