Kalsel.WahanaNews.co, Banjarbaru - PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng) membangun 25 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di berbagai lokasi strategis untuk mendukung transisi energi bersih.
Pembangunan SPKLU ini bertujuan mengurangi emisi gas rumah kaca dari kendaraan konvensional berbahan bakar fosil sekaligus mendukung program lingkungan yang lebih hijau.
Baca Juga:
Indonesia Tegaskan Komitmen di COP30, PLN Siap Pimpin Transisi Menuju NZE 2060
General Manager PLN UID Kalselteng Ahmad Syauki saat dikonfirmasi di Banjarbaru, Sabtu (28/9/2024), menjelaskan langkah ini merupakan kontribusi PLN guna mencapai target nasional Net Zero Emission (NZE) pada 2060.
Syauki juga mengatakan PLN berperan aktif mewujudkan transisi energi berkelanjutan termasuk membangun SPKLU sebagai langkah nyata untuk mendukung infrastruktur kendaraan listrik yang ramah lingkungan dan memperkuat ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
"Kami optimis kehadiran SPKLU akan semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk beralih menggunakan kendaraan listrik,” ujar Syauki.
Baca Juga:
Bappenas Tegaskan Transisi Menuju Net Zero Emission 2060 Jadi Fondasi Indonesia Maju
Hingga akhir 2024, PLN UID Kalselteng menargetkan 47 unit SPKLU beroperasi di seluruh wilayah, seiring dengan upaya memperkuat infrastruktur kendaraan listrik dan membangun ekosistem kendaraan listrik yang terus berkembang di Indonesia.
Pembangunan SPKLU ini juga mencakup jalur protokol utama yang menghubungkan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan dengan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, mendukung konektivitas dan transisi energi hijau di wilayah yang strategis tersebut.
SPKLU yang dibangun di salah satu mal wilayah Banjarmasin merupakan sarana pertama yang hadir di pusat perbelanjaan pada wilayah tersebut.