Siti menyadari bahwa cara-cara tersebut tak kalah pentingnya dengan memperbanyak ragam dan varian produk buatanya.
“Belajar dan terus belajar adalah kunci utama bagi kami, baru-baru ini kami berhasil menjual 20 tas di Paris dan 66 tas di Singapura. Tentunya hal ini menjadi motivasi tersendiri bagi kami,” ungkap Siti dengan bangga
Baca Juga:
Kisah Petugas PLN Siaga Layani Masyarakat di Posko Mudik BUMN
Ke depan ia berharap produk-produknya makin banyak peminat dan pembelinya.
Karena produknya adalah hasil kerajinan tangan 100 persen, ia yakin produknya memiliki kualitas terbaik meskipun dengan harga yang kompetitif.
“Kami berharap semakin banyak pembeli yang tertarik. Bagi siapa pun yang ingin belajar merajut, mereka bisa datang ke Komunitas Rajut Banjarbaru (KRAB). Kami siap membantu dan semua ini gratis tanpa biaya,” tambahnya.
Baca Juga:
Tanpa Kedip, PLN Berhasil Amankan Kelistrikan Salat Id Se-Indonesia
Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Kalimantan, Abdul Salam Nganro mengaku bangga dan mengapresiasi capaian yang sudah diperoleh KRAB.
Ia juga menekankan bahwa program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini sejalan dengan inisiatif Kementerian BUMN untuk memberdayakan UMKM di wilayah masing-masing.
“Kami sangat bangga atas capaian yang sudah diperoleh oleh Komunitas Rajut Banjarbaru. Kami berharap dengan capaian yang sudah memberikan kontribusi yang berarti bagi perkembangan ekonomi masyarakat, terutama di wilayah kerja kami,” tutur Salam