Anies Baswedan menjelaskan bahwa stunting harus ditangani, bahkan sebelum seorang ibu mengandung, yakni mereka harus memiliki asupan gizi yang cukup.
"Jadi kesehatan calon ibu sudah harus dipikirkan. Satu, zat besi, dapatnya dari mana? Dari daging, dari makanan. Yang kedua adalah yodium. Yang ketiga adalah asam folat," ujarnya.
Baca Juga:
Menko Yusril: Syarat Capres Tanpa Threshold Bakal Dibahas Lewat Revisi UU Pemilu
Pasangan nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dalam dokumen visi, misi, dan program kerjanya menyebut penanganan stunting dapat memastikan tercapainya kualitas sumber daya manusia (SDM).
Prabowo-Gibran menawarkan program pemberian makan siang harian dan susu kepada siswa pra-sekolah, sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), dan pesantren.
Lalu, terdapat pemberian bantuan gizi kepada ibu hamil dan balita di seluruh Indonesia, dengan tujuan meningkatkan kesehatan dan membantu ekonomi keluarga. Program ini menargetkan lebih dari 80 juta penerima manfaat dengan cakupan 100 persen pada 2029.
Baca Juga:
Kemungkinannya 99% MK Akan Menolak Sengketa PHPU Terkait Pilpres 2024
Selain itu, Prabowo-Gibran juga mengusung Kartu Anak Sehat sebagai bagian dari program perlindungan sosial dan kesehatan sebagai penanggulangan stunting serta pencegahan terjadinya stunting dengan Program Gizi Seimbang dan Gerakan EMAS, yang merupakan singkatan dari Emak-Emak dan Anak-Anak Minum Susu.
Prabowo Subianto optimistis angka stunting bisa ditekan hingga di bawah 10 persen melalui pemberian makan satu kali saat makan siang, asalkan diberikan protein hewani yang banyak.
Adapun pasangan nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud Md. menyoroti isu stunting sebagai bagian dari program pembangunan manusia Indonesia yang unggul. Hal itu tercantum dalam visi, misi, dan program kerja bertajuk "Menuju Indonesia Unggul".