"Pemerintah bisa menggandeng tokoh agama untuk menyampaikan pesan tentang pengelolaan sampah dalam khutbah Jumat atau kegiatan keagamaan lainnya secara rutin," tambahnya.
Akbar menyatakan, persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup, tetapi juga dinas lain seperti Dinas Pendidikan dan instansi terkait.
Baca Juga:
Kolaborasi 10 Provinsi Percepat Zero Sampah 2028, MARTABAT Prabowo-Gibran: Solusi Nyata untuk Indonesia Bersih
Akbar menilai, bank sampah dan komunitas lingkungan harus lebih diberdayakan agar masyarakat bisa ikut aktif dalam pengelolaan sampah.
Investasi dalam infrastruktur pengelolaan sampah menjadi kebutuhan mendesak.
"Dana harus disalurkan secara tepat sasaran, misalnya untuk mendukung RT yang ingin membangun fasilitas pengolahan sampah organik komunal seperti komposter atau budidaya maggot," ujarnya.
Baca Juga:
Pemkab Lebak Kelola Sampah Jadi 50 Ton RDF per Hari Melalui LSDP
Dalam jangka panjang, Akbar menyarankan Banjarmasin untuk mengadopsi teknologi modern dalam pengelolaan sampah, seperti sistem pemilahan otomatis, daur ulang, hingga konversi limbah menjadi energi.
[Redaktur: Patria Simorangkir]