KALSEL.WAHANANEWS.CO, Banjarmasin - Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mematangkan konsep penataan kawasan bantaran sungai melalui program kawasan peradaban.
Konsep tersebut diinisiasi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin dan Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kota Banjarmasin di kawasan Tatah Belayung, Kelurahan Tanjung Pagar, Banjarmasin Selatan.
Baca Juga:
Darurat Sampah Banjarmasin Masuk Prioritas Utama dalam RPJMD 2025–2029 Mendatang
"Kawasan yang masuk program kawasan peradaban tersebut memiliki luas lahan 6,78 hektare dan akan dirancang menjadi lingkungan hunian terpadu yang modern, nyaman, serta mandiri bagi masyarakat," ujar Kepala Dinas PUPR Kota Banjarmasin Chandra di Banjarmasin, Kamis (7/5/2026).
Sementara itu, Kepala Dinas Perkim Kota Banjarmasin Yusna menjelaskan, kawasan tersebut akan menyediakan hunian berupa lima unit rumah susun sederhana sewa (rusunawa) dengan kapasitas 100 kepala keluarga (KK), serta kawasan rumah tapak yang diperuntukkan bagi 223 KK.
Tak hanya menghadirkan hunian, ucap dia, konsep kawasan peradaban juga dilengkapi berbagai fasilitas publik penunjang, seperti sekolah terpadu, puskesmas rawat inap, masjid, pasar, hingga area retail UMKM untuk mendukung aktivitas ekonomi warga.
Baca Juga:
Pemko Banjarmasin Lakukan Berbagai Upaya untuk Mengatasi Masalah Pengelolaan Sampah
Selain itu, lanjut Yusna, pemerintah juga merancang fasilitas pendukung lain berupa taman terbuka hijau, lapangan olahraga, TPS-3R untuk pengolahan sampah, serta pos pemadam kebakaran guna menjamin kenyamanan dan keamanan masyarakat yang akan tinggal di kawasan tersebut.
Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR menyatakan adanya ketersediaan lahan sekitar lima hektare yang dinilai potensial untuk dimanfaatkan sebagai lokasi pembangunan sekolah rakyat.
Menurutnya, keberadaan sekolah tersebut nantinya dapat menjadi pusat pendidikan masyarakat sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di kawasan itu.
“Kita ingin kawasan ini bukan hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga menjadi kawasan peradaban yang benar-benar hidup, mandiri, dan memiliki pusat pendidikan untuk masyarakat,” ujarnya.
Dia meminta agar rencana pembangunan sekolah rakyat tersebut dapat ditawarkan kepada pemerintah pusat agar memperoleh dukungan program maupun bantuan pembangunan ke depannya.
Dengan konsep tersebut, Pemerintah Kota Banjarmasin berharap penataan bantaran sungai tidak hanya menyelesaikan persoalan permukiman, tetapi juga mampu menghadirkan kawasan hunian yang tertata, sehat, produktif, dan berkelanjutan bagi masyarakat Kota Banjarmasin.
[Redaktur: Patria Simorangkir]